http://www.blogger.com/img/blank.gif Welcome In Blog Masyhuri Amzah
 
Thursday, 27 May 2010 |
Grup A


RCTI/Global TV 11/06/2010 Jumat 21:00 - Afrika Selatan vs Meksiko - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 01:30 - Afrika Selatan vs Uruguay - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 01:30 - Prancis vs Meksiko - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)

RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 21:00 - Prancis vs Afrika Selatan - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 21:30 - Meksiko vs Uruguay - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)


Group B


RCTI/Global TV 12/06/2010 Sabtu 21:00 - Argentina vs Nigeria - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 18:30 - Korea Selatan vs Yunani - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 18:30 - Argentina vs Korea Selatan - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 21:00 - Yunani vs Nigeria - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 01:30 - Nigeria vs Korea Selatan - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 01:30 - Yunani vs Argentina - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)


Group C


RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 01:30 - Inggris vs Amerika Serikat - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 18:30 - Aljazair vs Slovenia - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)

RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 21:00 - Slovenia vs Amerika Serikat - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 01:30 - Inggris vs Aljazair - (Cape Town Stadium, Cape Town)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 21:00 - Slovenia vs Inggris - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 21:00 - Aljazair vs Amerika Serikat - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)


Group D


RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 21:30 - Serbia vs Ghana - (Pretoria)

RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 01:30 - Jerman vs Australia - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 18:30 - Jerman vs Serbia - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 21:00 - Ghana vs Australia - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 01:30 - Ghana vs Jerman - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 01:30 - Australia vs Serbia - (Mbombela Stadium, Nelspruit)


Group E


RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 18:30 - Belanda vs Denmark - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 21:00 - Jepang vs Kamerun - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 18:30 - Belanda vs Jepang - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 01:30 - Kamerun vs Denmark - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 01:30 - Denmark vs Jepang - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 01:30 - Kamerun vs Belanda - (Cape Town Stadium, Cape Town)


Group F


RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 01:30 - Italia vs Paraguay - (Cape Town)

RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 18:30 - Selandia Baru vs Slovakia - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)

RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 18:30 - Slovakia vs Paraguay - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 21:00 - Italia vs Selandia Baru - (Mbombela Stadium, Nelspruit)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 21:00 - Slovakia vs Italia - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 21:00 - Paraguay vs Selandia Baru - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)


Group G


RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 21:00 - Pantai Gading vs Portugal - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 01:30 - Brasil vs Korut - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 01:30 - Brasil vs Pantai Gading - (Soccer City, Johannesburg)

RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 18:30 - Portugal vs Korut - (Cape Town Stadium, Cape Town)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 21:00 - Portugal vs Brasil - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 21:00 - Korut vs Pantai Gading - (Mbombela Stadium, Nelspruit)


Group H


RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 18:30 - Honduras vs Chile - (Mbombela Stadium, Nelspruit)

RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 21:00 - Spanyol vs Swiss - (Moses Mabhida Stadium, Durban)

RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 21:00 - Chile vs Swiss - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)

RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 01:30 - Spanyol vs Honduras - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)

RCTI/Global TV 26/06/2010 Sabtu 01:30 - Swiss vs Honduras - (Free State Stadium, Bloemfontein)

RCTI/Global TV 26/06/2010 Sabtu 01:30 - Chile vs Spanyol - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)

sumber: stafaband
oleh ; masyhuri amzah

Menentukan nilai dari energi dari belajar di backpropagation

  1. Tentukan networknya dalam percobaan ini kita menggunakan network : sample 1.net
  2. Samplenya kita gunakan AND

Gambarnya ada disamping kiri







  1. Dan dalam belajar kita gunakan Learn Rate : 0.5 critical error : 0.04 banyaknya step : 100 momentum : 0 dan epoch : 0 dan di multi step hasilnya bisa dilihat gambar disamping.


















|

Misalnya Saya diberi tanggung jawab mengelola Call Center di perusahaan X. Setelah berjalan sekian lama, Saya merasa Call Center yang saya kelola berjalan dengan baik, dan saya pun tidak pernah mengalami permasalahan yang berarti. Namun, suatu ketika pihak direksi menanyakan: “Pak X, bagaimana keadaan Call Center Anda?”
Ada laporan-laporan dari sistem telepon, sistem penjadwalan, sistem voice response dan perangkat teknologi lainnya. Ada pula statistik produktivitas, ukuran monitoring kualitas, laporan sales, survey kepuasan pelanggan dan seabrek-abrek daftar lainnya. Pembuatan laporan dengan volume menggunung ini mungkin telah menghabiskan begitu banyak waktu dan sumber daya Anda, bahkan seringkali tanpa tujuan yang jelas.
Jika tidak ada ukuran-ukuran yang jelas mengenai keefektifan Call Center dan keseluruhan misi perusahaan, percuma saja Anda repot-repot mengumpulkan dan menganalisis data Anda. Akhirnya? Anda pun bakal kesulitan menjawab pertanyaan sederhana tersebut. Karenanya, 3 cara efektif mengukur kinerja Call Center berikut ini sangat penting diperhatikan.
1. Menentukan Tujuan
Daripada Anda susah-susah mencoba menyusun dan memroses data-data yang menumpuk di database, di meja kerja, dan di filling cabinet, kenapa Anda tidak mencoba untuk lebih selektif? Fokuslah pada apa yang benar-benar penting untuk kebutuhan Anda, begitulah saran Gail Sprague, seorang pakar Call Center dari Vanguard Communications. Tetapkan sumber dan jenis data apa yang berdampak langsung pada kebutuhan dan sasaran bisnis perusahaan Anda. Apakah ingin menyediakan customer service yang lebih baik, memperbaiki proses dan work flow, atau meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya?Gail menyarankan agar jumlah fokus pengukuran pun dibatasi. Fokuslah pada tiga sampai lima pengukuran yang sungguh-sungguh merefleksikan keberhasilan Call Center Anda. Misalnya, jika Call Center Anda bertujuan menghasilkan duit, mungkin Anda cukup memonitor abandon rate-nya, service level dan volume penjualan. Jika Anda mengelola help desk atau technical support, mungkin Anda lebih mementingkan masalah penyelesaian “done in one” dan kepuasan pelanggan. Setelah ukuran-ukuran diperoleh, tentukan mana yang penting untuk Call Center, tujuan bisnis dan customer Anda, ujar Gail.
Sasaran-sasaran yang Anda tentukan untuk Call Center Anda tentunya bertujuan utama memenuhi kepentingan bisnis dan operasional terpenting untuk perusahaan Anda. Namun, jangan lupa untuk meninjau masing-masing sasaran secara rinci – hal apa saja yang terlibat, hasil akhirnya seperti apa, dan sumber daya dan skill apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu – dan, pastikan tidak bentrok satu sama lainnya. Misalnya, jika tujuan bisnis utamanya adalah penghematan, mungkin Anda akan mementingkan handling time lebih pendek. Namun, jika kepuasan pelanggan juga tujuan utama, mungkin akan timbul konflik. Agen Call Center yang ditugasi menangani volume telepon yang tinggi jelas tidak punya waktu untuk membangun percakapan yang hangat dengan si penelepon, atau malah bisa jadi memutuskan begitu saja percakapan hanya untuk mengejar target AHT (average handling time). Untuk menghindari hal ini, jangan melulu berpatokan pada pengukuran sebagai satu-satunya sasaran. Jadikan kebutuhan-kebutuhan bisnis dan operasional terpenting sebagai sasaran utama dan gunakan ukuran-ukuran sebagai panduan untuk mencapainya.
2. Bagaimana Cara Mengukurnya?
Setelah Anda menentukan ukuran-ukuran terpenting yang sesuai tujuan bisnis dan misi perusahaan Anda, langkah berikutnya bagaimana Anda mengukurnya? Menurut Gail, Anda tidak bisa bergantung pada standar industri, karena memang standar industrinya tidak ada. Mengacu pada survei statistik? Ini pun kurang tepat, karena setiap Call Center berbeda, dengan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman dan ekspektasi yang berbeda pula. Namun, lanjut Gail, mengetahui apa yang dilakukan Call Center pesaing juga berguna, seperti apa saja yang berhasil atau gagal mereka terapkan, serta pelajaran-pelajaran apa yang mereka peroleh. Beberapa studi benchmarking tersedia untuk membantu Anda mengetahui apa yang diukur Call Center lain dan bagaimana mereka melakukannya. Namun, perhatikan hal-hal yang hanya benar-benar berhubungan dengan tujuan bisnis Anda, saran Gail.Selain itu, kunci pengukuran yang baik adalah konsistensi. Review kembali kebijakan dan prosedur bisnis untuk memandu penanganan contact, proses dan pengukuran-pengukuran yang terkait, guna memastikan bahwa semua pihak bekerja dengan cara yang sama. Jadi, prosedur call handling yang baku sangat penting. Bagaimana Anda mengukur sama pentingnya dengan apa yang Anda ukur. Ukurlah dengan cara standar, dan pertahankan konsistensi di seluruh proses dan prosedur.
Untuk setiap pengukuran yang telah Anda pilih, tentukan dengan jelas data yang akan dikumpulkan. Periksa keakuratan sumber. Pastikan bahwa prosedur-prosedur baku terlaksana dengan baik untuk memastikan bahwa pengukuran tersebut merefleksikan kinerja sesungguhnya. Jika data itu berasal dari sistem (misalnya: ACD, IVR, CIS, dsb.), maka Anda perlu bekerjasama dengan tim technology support untuk memahami data dari sistem ini, dan memastikan bahwa data tersebut mencerminkan pengukuran yang Anda butuhkan. Ingat, bad data in, bad data out, begitu tandas Gail.
3. Pelaksanaan pengukuran
Pengukuran itu sendiri bukanlah sebuah tujuan, namun lebih merupakan indikasi mengenai bagaimana jalannya usaha Anda. Dengan menganalisis pengukuran yang mencerminkan tujuan bisnis perusahaan Anda secara hati-hati, Anda bisa mengetahui banyak mengenai bagaimana jalannya Call Center Anda.
Ketika pengukuran dimulai, data pun mulai mengalir masuk. Agar Anda tidak kesulitan, susunlah data ke dalam format yang mudah dipahami dan digunakan. Bentuk-bentuk seperti grafik batang, pie chart, dan matriks pembanding lebih mudah dipahami dan diolah dibandingkan system-generated report yang standar. Selain ukuran-ukuran akurat dan tepat untuk kondisi Call Center Anda, Anda juga membutuhkan benchmark dan target. Masing-masing chart dan grafik harus merefleksikan target jangka panjang Call Center Anda. Dan, jika Anda memiliki data benchmark yang bagus, bandingkan seberapa baikkah kinerja Call Center Anda terhadap benchmark ini. Jika hasil pengukuran sudah diperoleh, komunikasikan hasilnya, ujar Gail. Pengukuran digunakan oleh berbagai pihak untuk kepentingan yang berbeda-beda, jadi komunikasikan dengan jelas tujuan-tujuan dan pengukuran-pengukuran ke seluruh tim Anda.
Karena pengukuran-pengukuran dan tujuan-tujuan yang terkait dengannya memiliki dampak yang luas, jangan simpan hasilnya untuk Anda sendiri. Setiap pihak di Call Center perlu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka, dan bagaimana upaya mereka memberikan kontribusi pada keberhasilan Call Center. Intinya, sampaikan pesan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk mencapai sasaran bisnis tertinggi yang terefleksikan di dalam hasil pengukuran. Para karyawan di bagian lain pun perlu mengetahui apa yang terjadi di Call Center. Apakah marketing plan bekerja efektif dan banyak telepon masuk dari konsumen? Apakah ada tanggapan mengenai produk baru yang diluncurkan? Orang-orang marketing, product development dan bagian-bagian lainnya akan lebih memahami Call Center secara lebih baik dan kerjasamanya pun akan lebih erat.
Action Plan
Kadang-kadang, hasil pengukuran tidak memenuhi sasaran yang telah ditentukan. Inilah saat yang tepat untuk mereview lingkungan, proses dan prosedur Call Center Anda, serta mengembangkan action plan untuk memenuhi tujuan Anda. Misalnya, katakanlah seorang manajer Call Center mencatat total waktu transaksi dan jumlahnya melebihi target. Analisis proses adalah langkah logis berikutnya untuk menciptakan pola kerja yang lebih efisien. Setelah proses ditentukan, technology assessment adalah langkah berikutnya, saran Gail.
Otomatisasi membuat target total waktu transaksi lebih realistis. Sebuah planning yang dibuat berdasarkan analisis pengukuran dapat membantu Anda mengerjakannya lebih baik, lebih pintar dan lebih cepat. Ada kalanya target tidak bisa dipenuhi – misalnya karena tidak realistis, staf kurang, atau muncul hambatan-hambatan lainnya. Jadi penting untuk meninjau ulang dan memperbaiki ukurannya dulu, bukannya memaksakan terus beroperasi padahal target tidak akan terpenuhi dengan kondisi demikian.Dengan mengerjakan langkah-langkah di atas, paling tidak menurut Gail, Anda bisa menjawab pertanyaan seperti tersebut di awal artikel ini dengan tepat. Jelaskan mengenai pengukuran yang Anda lakukan, bagaimana memperhitungkannya dan bagaimana kaitannya dengan tujuan bisnis perusahaan. Jelaskan kepada mereka siapa yang memanfaatkan ukuran-ukuran ini, serta bagaimana dan apa action plan yang diambil ketika target tidak terpenuhi. Lebih penting lagi, Anda bisa memperlihatkan progress Call Center Anda dari waktu ke waktu. Inilah karakteristik manajemen Call Center yang baik, dan mungkin akan terdengar indah di telinga direksi perusahaan Anda, tutup Gail.

Wednesday, 19 August 2009 |
oleh : masyhuri amzah

Setiap manusia yang hidup di dunia pasti punya kecerdasan yang berbeda-beda. Apa yang menyebabkan?. Tentunya pertama dari peranan orang tua dalam mendidiknya dari dia kecil sampai dewasa, peran orang tua sangat penting dalam membuat anak menjadi cerdas. Jika orang tua tersebut mendidik dengan sangat disiplin maka anak itu akan menjadi disiplin dan bertanggung jawab. Jika orang tuanya mendidiknya dengan semaunya maka anak tersebut kemungkinan bisa menjadi liar dan baik. Itu sangat tergantung dengan kondisi di sekitar lingkungan. Dalam perkembangan kecerdasan anak itu faktor orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh.
Peranan orang tua dalam mendidik juga bisa menjadikan anak tersebut mempunyai kecerdasan yan berbeda-beda. Karena orang tua moral anak bisa menjadi terdidik atau tidak terdidik. Jika orang tuanya mengajarkan dengan disiplin, keras maka anak bisa saja menjadi terdidik atau tidak terdidik maka tergantung pemahaman anak tersebut. Jika orang tuanya bekerja sebagai tekhnisi kemungkinan anaknya bisa menjadi tekhnisi, jika orang tuanya dokter kemungkinan anaknya menjadi dokter, dsb.
Saya sangat bersyukur karena saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih sayang orang tua saya dalam mendidik saya sangat unik karena kasih sayangnya berupa tekanan dan tekanan serta disiplin dalam menggunakan waktu. Waktu saya masih kecil saya kalau ingin pergi mengaji saya dibentak-bentak dan dipaksa saya merasa hidup ini tidak adil, di waktu teman-teman sebaya saya senang bermain saya disuruh mengaji. Tetapi sekarang baru saya sadari bahwa orang tua saya ternyata sayang kepada saya terbukti sekarang teman-teman saya tidak bisa membaca Al Qur'an. Dan saya merasa bersyukur karena di paksa dalam tekanan saya menjadi bisa membaca Al Qur'an. Karena saya seusai pulang dari mengaji saya mengulang-ulang pelajaran yang tadi didapat dan juga tidak adanya semangat pantang menyerah. Jadi kecerdasan itu menurut Dr Budi Matindas adalah sesuatu yang dinamis, yang bisa berubah-ubah dan harus diulang-ulang serta adanya kemauan dari dalam diri sendiri untuk mencobanya dan akan menjadi akan terbiasa. Karena peristiwa tersebut saya bisa menemukan bakat lain didalam diri saya sekarang saya menjadi terbiasa dengan hitung-hitungan seperti matematika,statistika. Dan juga dalam bidang olahraga kecerdasan yang saya miliki seperti menjadi pesepakbola handal.
Jadi seberapa keras didikan dari orang tua sebenarnya orang tua kita sayang kepada kita namun kita tidak menyadarinya bahwa akan berguna ilmu yang kita tuntut dalam keadaan tertekan tersebut. Namun adanya juga orang tua yang mengajarkan dengan lemah lembut dengan anaknya terkadang sebagian kecil anak akan menentang orang tuanya dikemudian hari karena anak tersebut merasa sudah hebat dari orang tuanya dan orang tuanya dijadikan bahan pelampiasan bagi kekesalannya, dan sudah banyak contoh yang dapat kita lihat dari kejadian ini.
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates