http://www.blogger.com/img/blank.gif Welcome In Blog Masyhuri Amzah
 
oleh ; masyhuri amzah

Menentukan nilai dari energi dari belajar di backpropagation

  1. Tentukan networknya dalam percobaan ini kita menggunakan network : sample 1.net
  2. Samplenya kita gunakan AND

Gambarnya ada disamping kiri







  1. Dan dalam belajar kita gunakan Learn Rate : 0.5 critical error : 0.04 banyaknya step : 100 momentum : 0 dan epoch : 0 dan di multi step hasilnya bisa dilihat gambar disamping.


















|

Misalnya Saya diberi tanggung jawab mengelola Call Center di perusahaan X. Setelah berjalan sekian lama, Saya merasa Call Center yang saya kelola berjalan dengan baik, dan saya pun tidak pernah mengalami permasalahan yang berarti. Namun, suatu ketika pihak direksi menanyakan: “Pak X, bagaimana keadaan Call Center Anda?”
Ada laporan-laporan dari sistem telepon, sistem penjadwalan, sistem voice response dan perangkat teknologi lainnya. Ada pula statistik produktivitas, ukuran monitoring kualitas, laporan sales, survey kepuasan pelanggan dan seabrek-abrek daftar lainnya. Pembuatan laporan dengan volume menggunung ini mungkin telah menghabiskan begitu banyak waktu dan sumber daya Anda, bahkan seringkali tanpa tujuan yang jelas.
Jika tidak ada ukuran-ukuran yang jelas mengenai keefektifan Call Center dan keseluruhan misi perusahaan, percuma saja Anda repot-repot mengumpulkan dan menganalisis data Anda. Akhirnya? Anda pun bakal kesulitan menjawab pertanyaan sederhana tersebut. Karenanya, 3 cara efektif mengukur kinerja Call Center berikut ini sangat penting diperhatikan.
1. Menentukan Tujuan
Daripada Anda susah-susah mencoba menyusun dan memroses data-data yang menumpuk di database, di meja kerja, dan di filling cabinet, kenapa Anda tidak mencoba untuk lebih selektif? Fokuslah pada apa yang benar-benar penting untuk kebutuhan Anda, begitulah saran Gail Sprague, seorang pakar Call Center dari Vanguard Communications. Tetapkan sumber dan jenis data apa yang berdampak langsung pada kebutuhan dan sasaran bisnis perusahaan Anda. Apakah ingin menyediakan customer service yang lebih baik, memperbaiki proses dan work flow, atau meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya?Gail menyarankan agar jumlah fokus pengukuran pun dibatasi. Fokuslah pada tiga sampai lima pengukuran yang sungguh-sungguh merefleksikan keberhasilan Call Center Anda. Misalnya, jika Call Center Anda bertujuan menghasilkan duit, mungkin Anda cukup memonitor abandon rate-nya, service level dan volume penjualan. Jika Anda mengelola help desk atau technical support, mungkin Anda lebih mementingkan masalah penyelesaian “done in one” dan kepuasan pelanggan. Setelah ukuran-ukuran diperoleh, tentukan mana yang penting untuk Call Center, tujuan bisnis dan customer Anda, ujar Gail.
Sasaran-sasaran yang Anda tentukan untuk Call Center Anda tentunya bertujuan utama memenuhi kepentingan bisnis dan operasional terpenting untuk perusahaan Anda. Namun, jangan lupa untuk meninjau masing-masing sasaran secara rinci – hal apa saja yang terlibat, hasil akhirnya seperti apa, dan sumber daya dan skill apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu – dan, pastikan tidak bentrok satu sama lainnya. Misalnya, jika tujuan bisnis utamanya adalah penghematan, mungkin Anda akan mementingkan handling time lebih pendek. Namun, jika kepuasan pelanggan juga tujuan utama, mungkin akan timbul konflik. Agen Call Center yang ditugasi menangani volume telepon yang tinggi jelas tidak punya waktu untuk membangun percakapan yang hangat dengan si penelepon, atau malah bisa jadi memutuskan begitu saja percakapan hanya untuk mengejar target AHT (average handling time). Untuk menghindari hal ini, jangan melulu berpatokan pada pengukuran sebagai satu-satunya sasaran. Jadikan kebutuhan-kebutuhan bisnis dan operasional terpenting sebagai sasaran utama dan gunakan ukuran-ukuran sebagai panduan untuk mencapainya.
2. Bagaimana Cara Mengukurnya?
Setelah Anda menentukan ukuran-ukuran terpenting yang sesuai tujuan bisnis dan misi perusahaan Anda, langkah berikutnya bagaimana Anda mengukurnya? Menurut Gail, Anda tidak bisa bergantung pada standar industri, karena memang standar industrinya tidak ada. Mengacu pada survei statistik? Ini pun kurang tepat, karena setiap Call Center berbeda, dengan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman dan ekspektasi yang berbeda pula. Namun, lanjut Gail, mengetahui apa yang dilakukan Call Center pesaing juga berguna, seperti apa saja yang berhasil atau gagal mereka terapkan, serta pelajaran-pelajaran apa yang mereka peroleh. Beberapa studi benchmarking tersedia untuk membantu Anda mengetahui apa yang diukur Call Center lain dan bagaimana mereka melakukannya. Namun, perhatikan hal-hal yang hanya benar-benar berhubungan dengan tujuan bisnis Anda, saran Gail.Selain itu, kunci pengukuran yang baik adalah konsistensi. Review kembali kebijakan dan prosedur bisnis untuk memandu penanganan contact, proses dan pengukuran-pengukuran yang terkait, guna memastikan bahwa semua pihak bekerja dengan cara yang sama. Jadi, prosedur call handling yang baku sangat penting. Bagaimana Anda mengukur sama pentingnya dengan apa yang Anda ukur. Ukurlah dengan cara standar, dan pertahankan konsistensi di seluruh proses dan prosedur.
Untuk setiap pengukuran yang telah Anda pilih, tentukan dengan jelas data yang akan dikumpulkan. Periksa keakuratan sumber. Pastikan bahwa prosedur-prosedur baku terlaksana dengan baik untuk memastikan bahwa pengukuran tersebut merefleksikan kinerja sesungguhnya. Jika data itu berasal dari sistem (misalnya: ACD, IVR, CIS, dsb.), maka Anda perlu bekerjasama dengan tim technology support untuk memahami data dari sistem ini, dan memastikan bahwa data tersebut mencerminkan pengukuran yang Anda butuhkan. Ingat, bad data in, bad data out, begitu tandas Gail.
3. Pelaksanaan pengukuran
Pengukuran itu sendiri bukanlah sebuah tujuan, namun lebih merupakan indikasi mengenai bagaimana jalannya usaha Anda. Dengan menganalisis pengukuran yang mencerminkan tujuan bisnis perusahaan Anda secara hati-hati, Anda bisa mengetahui banyak mengenai bagaimana jalannya Call Center Anda.
Ketika pengukuran dimulai, data pun mulai mengalir masuk. Agar Anda tidak kesulitan, susunlah data ke dalam format yang mudah dipahami dan digunakan. Bentuk-bentuk seperti grafik batang, pie chart, dan matriks pembanding lebih mudah dipahami dan diolah dibandingkan system-generated report yang standar. Selain ukuran-ukuran akurat dan tepat untuk kondisi Call Center Anda, Anda juga membutuhkan benchmark dan target. Masing-masing chart dan grafik harus merefleksikan target jangka panjang Call Center Anda. Dan, jika Anda memiliki data benchmark yang bagus, bandingkan seberapa baikkah kinerja Call Center Anda terhadap benchmark ini. Jika hasil pengukuran sudah diperoleh, komunikasikan hasilnya, ujar Gail. Pengukuran digunakan oleh berbagai pihak untuk kepentingan yang berbeda-beda, jadi komunikasikan dengan jelas tujuan-tujuan dan pengukuran-pengukuran ke seluruh tim Anda.
Karena pengukuran-pengukuran dan tujuan-tujuan yang terkait dengannya memiliki dampak yang luas, jangan simpan hasilnya untuk Anda sendiri. Setiap pihak di Call Center perlu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka, dan bagaimana upaya mereka memberikan kontribusi pada keberhasilan Call Center. Intinya, sampaikan pesan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk mencapai sasaran bisnis tertinggi yang terefleksikan di dalam hasil pengukuran. Para karyawan di bagian lain pun perlu mengetahui apa yang terjadi di Call Center. Apakah marketing plan bekerja efektif dan banyak telepon masuk dari konsumen? Apakah ada tanggapan mengenai produk baru yang diluncurkan? Orang-orang marketing, product development dan bagian-bagian lainnya akan lebih memahami Call Center secara lebih baik dan kerjasamanya pun akan lebih erat.
Action Plan
Kadang-kadang, hasil pengukuran tidak memenuhi sasaran yang telah ditentukan. Inilah saat yang tepat untuk mereview lingkungan, proses dan prosedur Call Center Anda, serta mengembangkan action plan untuk memenuhi tujuan Anda. Misalnya, katakanlah seorang manajer Call Center mencatat total waktu transaksi dan jumlahnya melebihi target. Analisis proses adalah langkah logis berikutnya untuk menciptakan pola kerja yang lebih efisien. Setelah proses ditentukan, technology assessment adalah langkah berikutnya, saran Gail.
Otomatisasi membuat target total waktu transaksi lebih realistis. Sebuah planning yang dibuat berdasarkan analisis pengukuran dapat membantu Anda mengerjakannya lebih baik, lebih pintar dan lebih cepat. Ada kalanya target tidak bisa dipenuhi – misalnya karena tidak realistis, staf kurang, atau muncul hambatan-hambatan lainnya. Jadi penting untuk meninjau ulang dan memperbaiki ukurannya dulu, bukannya memaksakan terus beroperasi padahal target tidak akan terpenuhi dengan kondisi demikian.Dengan mengerjakan langkah-langkah di atas, paling tidak menurut Gail, Anda bisa menjawab pertanyaan seperti tersebut di awal artikel ini dengan tepat. Jelaskan mengenai pengukuran yang Anda lakukan, bagaimana memperhitungkannya dan bagaimana kaitannya dengan tujuan bisnis perusahaan. Jelaskan kepada mereka siapa yang memanfaatkan ukuran-ukuran ini, serta bagaimana dan apa action plan yang diambil ketika target tidak terpenuhi. Lebih penting lagi, Anda bisa memperlihatkan progress Call Center Anda dari waktu ke waktu. Inilah karakteristik manajemen Call Center yang baik, dan mungkin akan terdengar indah di telinga direksi perusahaan Anda, tutup Gail.

Wednesday, 19 August 2009 |
oleh : masyhuri amzah

Setiap manusia yang hidup di dunia pasti punya kecerdasan yang berbeda-beda. Apa yang menyebabkan?. Tentunya pertama dari peranan orang tua dalam mendidiknya dari dia kecil sampai dewasa, peran orang tua sangat penting dalam membuat anak menjadi cerdas. Jika orang tua tersebut mendidik dengan sangat disiplin maka anak itu akan menjadi disiplin dan bertanggung jawab. Jika orang tuanya mendidiknya dengan semaunya maka anak tersebut kemungkinan bisa menjadi liar dan baik. Itu sangat tergantung dengan kondisi di sekitar lingkungan. Dalam perkembangan kecerdasan anak itu faktor orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh.
Peranan orang tua dalam mendidik juga bisa menjadikan anak tersebut mempunyai kecerdasan yan berbeda-beda. Karena orang tua moral anak bisa menjadi terdidik atau tidak terdidik. Jika orang tuanya mengajarkan dengan disiplin, keras maka anak bisa saja menjadi terdidik atau tidak terdidik maka tergantung pemahaman anak tersebut. Jika orang tuanya bekerja sebagai tekhnisi kemungkinan anaknya bisa menjadi tekhnisi, jika orang tuanya dokter kemungkinan anaknya menjadi dokter, dsb.
Saya sangat bersyukur karena saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih sayang orang tua saya dalam mendidik saya sangat unik karena kasih sayangnya berupa tekanan dan tekanan serta disiplin dalam menggunakan waktu. Waktu saya masih kecil saya kalau ingin pergi mengaji saya dibentak-bentak dan dipaksa saya merasa hidup ini tidak adil, di waktu teman-teman sebaya saya senang bermain saya disuruh mengaji. Tetapi sekarang baru saya sadari bahwa orang tua saya ternyata sayang kepada saya terbukti sekarang teman-teman saya tidak bisa membaca Al Qur'an. Dan saya merasa bersyukur karena di paksa dalam tekanan saya menjadi bisa membaca Al Qur'an. Karena saya seusai pulang dari mengaji saya mengulang-ulang pelajaran yang tadi didapat dan juga tidak adanya semangat pantang menyerah. Jadi kecerdasan itu menurut Dr Budi Matindas adalah sesuatu yang dinamis, yang bisa berubah-ubah dan harus diulang-ulang serta adanya kemauan dari dalam diri sendiri untuk mencobanya dan akan menjadi akan terbiasa. Karena peristiwa tersebut saya bisa menemukan bakat lain didalam diri saya sekarang saya menjadi terbiasa dengan hitung-hitungan seperti matematika,statistika. Dan juga dalam bidang olahraga kecerdasan yang saya miliki seperti menjadi pesepakbola handal.
Jadi seberapa keras didikan dari orang tua sebenarnya orang tua kita sayang kepada kita namun kita tidak menyadarinya bahwa akan berguna ilmu yang kita tuntut dalam keadaan tertekan tersebut. Namun adanya juga orang tua yang mengajarkan dengan lemah lembut dengan anaknya terkadang sebagian kecil anak akan menentang orang tuanya dikemudian hari karena anak tersebut merasa sudah hebat dari orang tuanya dan orang tuanya dijadikan bahan pelampiasan bagi kekesalannya, dan sudah banyak contoh yang dapat kita lihat dari kejadian ini.
Thursday, 19 March 2009 |

Berpikir Kreatif
Diperlukan kemampuan berfikir kreatif untuk dapat mempertahankan hidup. Juga bagi mereka yang ingin bergerak serta hidup dalam gelombang perubahan yang cepat saat ini. Marmut dan dinosaurus, adalah sebagian dari binatang yang tidak akan pernah lagi di lihat didunia, dan saat ini ada 400 species lagi dalam daftar tunggu yang akan segera punah.
Bagaimana dengan manusia ? Secara species tidak punah, tetapi institusi mereka yang punah dan tersingkir ! Beberapa tahun terakhir ini ada beberapa institusi besar yang menghilang dari peredaran, perusahaan pesawat terbang Fokker dan perusahaan elektronik terbesar tahun 80'an ITT telah bangkrut. Dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini disebabkan tingginya kompetisi, meningkatnya permintaan pelanggan, kontrol lingkungan semakin ketat, permintaan SDM unggul dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Semua faktor tersebut bergabung menyatu untuk mengancam dan menantang. Yang mati adalah mereka yang gagal mengatasi, gagal beradaptasi atau gagal berubah sesuai dengan zamannya.
Kreatifitas bukanlah monopoli hak orang genius saja. Ternyata IQ tidak menjadikan jaminan terhadap orang yang mempunyai kemampuan berfikir secara praktis, cekatan, orisinil dan kreatif. Sikap kreatif harus didukung oleh kecerdasan emosional - EQ. Adapun segi- segi mental orang kreatif adalah :
1. Selalu belajar untuk menjadi seorang inovator yang terbaikSeorang yang selalu mencari, menyesuaikan dan mengimplemantasikan ide- ide, baik yang baru maupun yang sudah lama. Carilah ide-ide secara aktif melalui cara membaca, pembacaan sepintas, membuat intisari dan lain sebagainya atas katalog-katalog, buku-buku laporan, dan lain sebagainya.
2. Ubahlah Kebiasaan dan citra diri andaJadilah seorang yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di butuhkan. Kembangkanlah sikap mencintai ide-ide, hal-hal, cara-cara, sistem-sistem dan teknologi-teknologi baru. Tuangkanlah ide-ide anda ke dalam bentuk tulisan.
3. Lakukanlah tindakanMilikilah keberanian dan keparcayaan diri untuk menjadi inovator. Jadilah orang yang berbeda. Kegagalan memang akan muncul, namun kita akan belajar dari adanya suatu kesalahan. Emosi akan dapat membantu munculnya kreatifitas --- Kendalikanlah stress. Tekunlah selalu !!
4. Terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka. Jadilah seorang dengan pikiran yang terbuka dan fleksibel.
5. Terapkanlah ide-ide pada setiap sudut kehidupan andaDalam kehidupan pribadi anda, karir, sekolah, bisnis dan di manapun juga. Ajukanlah selalu pertanyaan: "Dengan jalan lain yang bagaimana saya dapat melakukannya ?" Hasilkan suatu pemecahan masalah, ide-ide, konsep dan teori-tori yang inovatif dan kreatif. Jadilah peka terhadap setiap kesempatan-kesempatan baik.
6. Pelajarilah tentang inovasi, perubahan dan kreatifitas sebagaimana anda berusaha untuk memenangkan diterimanya ide anda. Didiklah diri anda sendiri. Ambillah kursus-kursus yang tersedia. Kembangkanlah gairah terhadap adanya masalah yang anda hadapi. Belajarlah menjadi anggota suatu tim kerja, pemimpin dan inovator yang baik.
7. Milikilah selalu rasa ingin tahu dan jadilah seorang pengamat : Kembangkanlah semangat anda untuk mencari informasi. Inilah satu-satunya cara untuk dapat mengenali awal mula masalah yang sebenarnya. Hindarilah pertentangan cara berfikir anda. Temukanlah faktor-faktor yang dapat dijadikan kunci utama.
8. Bertanyalah selaluMengapa, Apa, Yang Mana, Di Mana, Kapan, Siapa, Bagaimana, dan Apabila. Refleksikanlah selalu terhadap setiap aspek dari masalah anda. Jangan terlalu capat berprasangka terhadap ide-ide.
9. Kembangkan daya berfikir reflektif dan kemampuan-kemampuan berfikir andaBermimpilah siang hari tentang masalah anda. Meloncatlah kesana kemari di antara daya nalar, kritis, khayalan dan berfikir melantur. Perbaikilah tingkat kemampuan berfikir anda melalui cara mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya.
10. Bangunlah dasar pengetahuan dan intuisi anda melalui kegiatan membaca dan lain-lainnyaJagalah kerapian arsip anda. Belajarlah tentang cara bagaimana melakukan penelitian dan cara memvisualisasikan.
Kita perlu memiliki pengetahuan umum seluas mungkin, bacalah bidang apa saja. Belajar apapun tidak ada ruginya, jika anda mampu menggunakan asas manfaat. Mulailah dengan rajin mencatat, membuat dokumentasi dan jagalah kerapian arsip anda. Milikilah konsep-konsep pemandu atau "pisau-pisau tajam" untuk membedah permasalahan.
|

Aku Ingin Menjadi LUAR BIASA !Mata, pikiran dan hati selalu ingin melihat semuanya indah seperti yang kita impikan. Tetapi mengapa kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan ? Anda tentu punya impian, harapan, keinginan atau cita - cita. Pertanyaanya, sudahkah semuanya menjadi kenyataan ? atau sudah berapa persenkah anda mewujudkannya ? Tulisan ini akan mengajak anda mendesain masa depan yang lebih baik. Namun sebelum melanjutkan membacanya , siapkan pensil dan buku untuk mencatat hal terpenting yang muncul. Siapkan pula pikiran, hati, ketulusan serta kejujuran anda menerima dalil - dalil di bawah ini:
Pengakuan diri yang jujur merupakan kunci sukses pribadi andaSebuah keberanian akan mengantar anda ke jalan yang tepatSikap mau belajar merupakan teman seperjalanan yang akan memberi peneranganRendah hati adalah senjata untuk menghancurkan semua rintanganSetelah memahami dalil-dalil di atas, mari berlayar memahami diri anda, menemukan impian dan meraihnya
Cita-cita. Pengenalan diri secara jujur merupakan sikap yang sangat bijaksana sebelum anda ingin menjadi luar biasa. Dengan begitu anda akan menemukan kelebihan dan kekurangan anda. " aku dan cita-citaku " adalah suatu bentuk keinginan paling mendalam dari setiap orang. Untuk mengenali diri anda sendiri maka anda harus set ulang apa sebenarnya cita-cita anda. Mau jadi apa saya dalam 3, 5, 10 tahun mendatang ? Orang-orang luar biasa selalu mencari lingkungan yang mendukung dirinya menjadi apa yang diimpikannya. Jika tidak menemukannya, mereka tidak pasrah ! Mereka justru menciptakan lingkungan sendiri. Silahkan introspeksi diri apakah cita-cita anda sejalan dan mendapatkan lingkungan yang sesuai. Jika tidak anda harus berani keluar dari jalan yang selama ini dijalani. Beranilah berputar haluan ! Lalu tatapkan cita-cita anda dan pegang teguh itu. Kenali diri anda dengan cita-cita anda.
Citra Diri. Bagaimana cara anda memandang diri anda sendiri ? Apakah anda melihat diri anda sebagai sosok yang lemah, tak berdaya, penuh rasa rendah diri, apatis, egois, menyebalkan, minder, takut gagal atau sifat dan sikap negatif lainnya ? Citra diri yang baik merupakan syarat mutlak untuk anda menjadi manusia yang luar biasa. Jika selama ini anda pesimis pada diri sendiri,maka sudah waktunya mengubah diri menjadi optimis, berpenghargaan besar, berambisi, dan berani menghadapi tantangan dan resiko. Setiap pribadi layak untuk berhasil dan sukses. Setiap pribadi berhak menetapkan cita-citanya setinggi langit, berhak mendapatkan apa yang diinginkan. Selama anda merasa todak layak, tidak mampu, itu berarti anda terlalu menghina diri anda sendiri. Anda sudah menginjak-injak diri sendiri. Sebab itu perbaiki cara melihat diri sendiri. Perbaiki citra diri anda.
Harga Diri. Perasaan diri sendiri atau berapa besar menyukai diri sendiri itu adalah sebuah harga diri. Pernahkah anda membayangkan jadi bintang film terkenal yang disanjung dan dihormati banyak orang ? Bukankah hati dan perasaan anda sangat luar biasa ? Bukankah itu sangat berpengaruh terhadap perasaan ? Bukankah kemudian anda semakin menyukai diri anda sendiri ? Itulah sebuah harga diri. Menyukai, bangga, dan menyayangi diri sendiri merupakan faktor terpenting untuk menjadi luar biasa. Orang lain tidak mungkin akan menghargai anda jika anda sendiri tidak pernah menghargai diri sendiri. Kalau anda memberikan nilai 10 pada diri anda maka orang lain pun akan memberikan nilai 10, bahkan lebih ! Sebaliknya jika anda sudah tidak menghargai diri sendiri, begitu murah menghargai diri sendiri, orang lain pun akan melakukan hal yang sama terhadap anda. Maka hargai diri anda setinggi-tingginya.
Menantang Diri Sendiri. Anda tidak mungkin termotivasi setiap saat. Ada kalanya jika hidup terasa sulit sehingga motivasi hilang. Tetapi sebaliknya, jika perasaan anda sedang senang maka anda akan mendapatkan kembali api motivasi tersebut. Motivasi akan muncul jika berhubungan dengan nilai kehidupan, keinginan, kebutuhan dan ambisi. Motivasi juga akan timbul jika kita hendak bepergian, kehidupan terancam atau waktu menghadapi sebuah resiko. Maka, tatkala anda kehilangan motivasi, saatnya anda harus menantang diri sendiri. Ciptakan lagi motivasi yang terhilang tersebut. Bagaimana caranya ? lakukan cara ini : tetap antusias, penuhi diri dengan rasa ingin tahu, baca buku, dengar kaset motivasi, renungkan terus impian, bayangkan saat impian terwujud, sadari bahwa anda dalam proses perubahan, dan jangan berharap kehidupan jadi lebih mudah. Menantang diri sendiri berarti anda berani mengakui segala kelemahan dan kekurangan. Anda harus siap mengubahnya menjadi kekuatan dan kelebihan. Berani menantang diri anda sendiri berarti anda sudah masuk ke dalam dunia komitmen yang tertinggi dalam proses pencapaian kemenangan diri anda.
Mulai Bergerak. Setelah mengetahui dengan pasti ke mana anda akan pergi, maka saatnya anda bergerak. Kesiapan sangatlah diperlukan dalam perjalanan anda menjadi manusia yang luar biasa. Maka hal-hal yang harus anda lakukan adalah : mengubah frustasi menjadi aksi. Sudah saatnya anda tinggalkan konsep-konsep, metode, cara-cara kerja dan kebiasaan lama. Ganti dengan yang baru. Saatnya anda bangkit, bangun dan sadar bahwa ternyata anda menjadi luar biasa jika anda mau dan bersedia membayar harganya. Apa yang harus anda perbuat ? Buat daftar sifat terbaik lalu buang sifat buruk. tetaplah bergairah, terus belajar mengembangkan potensi diri, kepribadian, tantangan lebih berani, selalu bicara positif, membuat prestasi lebih baik, selalu berhubungan dengan orang lain, selalu memotivasi diri setiap saat, dan memahami hukum panen. Jika anda menghendaki buah durian janganlah menanam biji jagung.
Menjadi Luar Biasa. Setelah mengenali diri, berani menantang diri sendiri, mulai bergerak ke depan ke arah perbaikan, kemajuan, pengembangan diri yang positif, maka siap-siaplah menyongsong lahirnya diri anda sebagai manusia luar biasa. Berfikir terlebih dulu baru bertindak adalah cara yang benar yang dilakukan oleh orang-orang luar biasa. Kendaraan berati fasilitas yang dipergunakan untuk menuju ke masa depan yang anda inginkan. Kendaraan anda tidak lain adalah semangat anda.
Kemauan. Akhir kata, kemauan dan pilihan adalah yang sangat menentukan apakah anda ingin tetap menjadi manusia yang biasa atau luar biasa. Tidak perduli anda siap dan dari mana, jika anda mau dan memilih untuk menjadi orang yang luar biasa anda pasti bisa. Tetapi jika anda tidak mau, maka hidup anda tidak akan pernah berubah. Jika anda tidak memilih, janganlah menyalahkan keadaan. Anda yang menentukan ke mana akan pergi, dengan siapa pergi, apa yang harus dibawa, berapa banyak bekal, kapan mau berangkat, jalan mana yang harus dilewati, semuanya tergantung pada pilihan dan keputusan anda sendiri. Menjadi luar biasa hanyalah salah satu pilihan yang dapat anda pilih dalam kehidupan anda. Anda pasti bisa jika anda menginginkannya
|

Cara Berpikir Kaya
Seringkali saya mendengar gerutuan orang-2 yang mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap miskin. Orang yang miskin acapkali berkata, seandainya mereka diberi kesempatan, mereka juga bisa kaya. Atau kalau mereka punya modal yang banyak atau pandai, mereka bisa mempunyai perusahaan juga. Benarkah modal bisa membuat orang kaya ? Banyak orang yang menang undian berhadiah, tapi dalam sekejab pula hartanya tersebut habis karena tidak dikelola dengan baik.
Kaya dan miskin dalam konteks disini bukan dalam arti fisik, namun dari cara anda memandang uang. Apabila anda mempunyai rumah bak istana dengan lima mobil, namun anda selalu merasa kekurangan uang, berarti anda adalah orang miskin. Sebaliknya, seorang tukang becak yang sudah cukup puas dengan makan tiga kali sehari, bisa dianggap orang kaya.
Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa yang membedakan seseorang kaya dan miskin bukan uang, kepandaian atau modal, tetapi CARA BERPIKIR. Nah, cara berpikir seperti apa yang membuat orang kaya ?
Yang pertama adalah masalah tabungan (saving). Orang miskin berpikir menabung di tempat yang aman, orang kaya berpikir investasi di tempat yang nyaman. Tempat menabung yang aman menurut orang miskin adalah tempat yang paling sering didengar keberadaannya, paling banyak cabangnya, paling besar gedungnya, bunganya stabil, dan bisa memberikan jaminan keamanan apabila terjadi sesuatu. Sedang tempat menabung yang nyaman menurut orang kaya adalah tempat yang tidak banyak diketahui orang, beresiko tinggi, pendapatannya naik turun setiap saat, dan perlu keahlian khusus untuk mengelolanya. Prinsip orang miskin disini adalah "Safe Risk, Stable Return", sedang orang kaya adalah "High Risk, High Return".
Yang kedua adalah masalah penghematan vs pendapatan. Orang miskin sangat mematuhi aturan "Jangan sampai besar pasak daripada tiang". Artinya, seandainya pendapatan kita Rp 1 juta, sedangkan pengeluaran kita 1,5 juta, maka sebisa mungkin pengeluaran ditekan hingga Rp 800 ribu, masih sisa Rp 200 ribu untuk ditabung. Disisi lain, orang kaya jika mempunyai pendapatan 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka mereka akan bekerja lebih keras sehingga pendapatannya mencapai 2 juta. Sehingga pengeluaran 1,5 juta tertutup dan masih tersisa Rp 500 ribu untuk ditabung. Bisa kita lihat disini, bahwa orang kaya pun mematuhi aturan penghematan tersebut, tapi dari sisi yang berbeda. Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.
Yang ketiga adalah masalah bagaimana anda dan uang bekerja bersama. Orang miskin bekerja keras demi uang, orang kaya menempatkan uang mereka pada instrumen tertentu agar bekerja keras bagi mereka. Disini semakin keras orang miskin bekerja, mereka akan mempunyai banyak uang, tetapi mereka hampir tidak mempunyai lagi waktu luang. Sebaliknya, semakin keras uang bekerja bagi orang kaya, mereka semakin punya banyak uang serta waktu luang. Itulah sebabnya tidak usah heran melihat orang kaya dengan ribuan karyawan masih sempat main golf, sedangkan orang miskin mengatakan tidak punya waktu mengantar anak tunggalnya jalan-2 ke mall karena sibuk bekerja.
Yang keempat adalah pengelolaan uang tambahan. Seringkali jika kita menerima uang tambahan diluar gaji bulanan seperti THR, bonus, atau hasil kerja sampingan, pikiran orang miskin akan langsung digunakan untuk membeli sesuatu, karena dianggap duit tambahan tersebut sebagai rejeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tambahan tersebut pada investasi tertentu, dan bunganya baru dipakai untuk membeli sesuatu. Tiga hal yang berperan disini adalah waktu, modal awal dan bunga. Orang miskin dari segi waktu lebih cepat memperoleh barangnya, namun modal awalnya habis dan tidak memperoleh bunga. Sebaliknya, orang kaya lebih bisa menahan diri untuk membeli barang dalam waktu yang lebih lama, namun modal awalnya masih ada, karena pembelian dilakukan dengan bunga.
Bagaimana cara berpikir anda, sudahkah anda berpikir seperti orang kaya ?
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates